February 5, 2021

True Beauty Drama Series: Because Beauty Comes from Being Yourself

WOW! Kayanya kali ini bener-bener udah lama ya aku gak nulis? Sebenernya udah lama banget banget banget banget pengen nulis – like my curiosity needs to be resolved and told them all to you! But thank God for answering my pray, akhirnya aku dapet pekerjaan yang aku impikan selama ini! It’s been a hectic months. I keep haunted by all the deadlines, but eventually I really enjoy and love my job. Emang ya kalau kerja sesuai passion dan beneran pake hati mau secapek apapun fisik dan pikiran, karena kita suka jadi ya gak berasa aja gitu. 

Well enough for me, what about you guys? Apa aja yang udah kalian laluin? Aku berharap apapun itu, semoga kalian menikmatinya dan tetap bersyukur yaa! 

Okay, mungkin selama ini aku gak pernah buat review entah itu film, serial TV, atau karya sastra apapun dalam blogku. Tapi yang satu ini bener-bener bikin aku gak tahan! Kalian juga pasti gregetan sama serial drama yang bakal aku bahas sekarang – but in the cutest way. 

True Beauty Drama Series Review

So, kali ini aku pengen banget buat ngebahas True Beauty – salah satu drama series yang diangkat dari webtoon populer buatan Yaongyi. I think there are tons of webtoon-turn-into-TV-series yang bagus-bagus, let say Cheese in the Trap, Sweet Home, Strangers from Hell (one of my favorite!), tapi gatau kenapa True Beauty bikin aku pengen buat ngereview. I just love this screenplay. 

Dari webtoonnya sendiri aku sebenernya baca dan menikmatinya, tapi entah kenapa aku berhenti baca since I don’t know when. Mungkin yang bikin aku gak lanjut baca adalah dari storylinenya. Season 1 aku baca sampai tuntas – and it touched my heart while Lee Su Ho gave the necklace to Im Ju Gyeong at the airport – tapi aku mulai merasa bosan di pertengahan season 2. Menurutku ceritanya udah mulai bias dan outputnya udah gak sebaik season 1. Aku berpendapat seperti ini berdasarkan dari apa yang aku baca sampai pertengahan season 2 – and I’m really sorry to say this๐Ÿ˜ญ but this webtoon is very enjoyable to read. 

Sampai akhirnya di akhir 2020 tvN mengumumkan kalau True Beauty bakal diangkat jadi drama series (and thank you Studio Dragon for make this happen!). Dari lineup castnya sendiri bikin aku gak sabar buat nonton saat itu. Kastingnya juara abis, karena para aktor beneran mirip banget sama yang ada di webtoon secara visual. That was my first impression. Also, one thing that makes me questioning about this drama – what will they do with Kang Soo Jin since she’s been introduced along with the three main characters. 

True Beauty Drama Series Review
Photo: Vogue Korea – look at their visual! Super cute๐ŸŒป๐ŸŒป

Setelah akhirnya drama ini mengudara – and thank you again for giving us 2 episodes every week – AKU BENERAN SESUKA ITU. Ceritanya ringan, dibumbui dengan drama-drama kecil yang gak bikin naik darah dan kita gak perlu menguras otak kita untuk mikir. Komedinya dapet banget dan gak berlebihan – apalagi ngeliat kelakuan keluarga Ju Gyeong yang, kalau aku ada di posisi dia, aku juga pasti bakalan pusing dan kesel sendiri๐Ÿ˜‚ ditambah dengan orang-orang di sekeliling Ju Gyeong yang bisa buat kita flashback ke jaman SMA; aku bisa ngeliat persahabatan yang hangat, romantic vibes yang bikin kita inget sama first love kita, bromance relationship yang kembali tumbuh setelah melewati tahun-tahun penuh kesalahpahaman, sampai segala bentuk cinta orang tua yang gak pernah putus sama kita sebagai seorang anak. 

The character development for each person is truly beautiful, which I probably didn’t see from its webtoon. Aku pernah baca satu artikel di Soompi yang nyeritain kalau Moon Ga Young butuh waktu dan ngerasa kesulitan buat memahami karakter Im Ju Gyeong (but please, she really nailed it๐Ÿ˜ญ). Aku bisa ikut ngerasain apa yang Ju Gyeong rasain di setiap episode. Cha Eun Woo – my lovely Su Ho, since I always be a part of #teamSuHo – juga bisa memerankan dinginnya Su Ho, terlepas dari anggapan banyak orang kalau Eun Woo selalu mengambil peran dengan nuansa yang sama (as once he portrayed the same cold-prince-character in My ID is Gangnam Beauty). Jujur aku nangis pada adegan ketika Su Ho akhirnya ngomong jujur ke ayahnya apa yang ia pendam sampai akhirnya dia mengidap anxiety disorder. And can we please give a highest praise for Hwang In Yeop? Aku bisa liat dia beneran tulus memainkan peran Han Seo Jun, apalagi waktu Seo Jun bersikeras di depan Ju Gyeong buat gak nyatain perasaannya terhadap Su Ho – and don't forget his unforgettable Okey Dokey dance. Gak kelupaan buat mention Park Yoo Na yang bisa menyampaikan how desperate Soo Jin was. Kadang aku bisa memaklumi apa yang Soo Jin lakuin dalam drama. I’ve been rooting on you Yoo Na-ya, I hope you’ll get the main lead character asap! Aku gak bisa nyebutin karakternya satu-satu – Im Family, I love you so much – tapi bagi aku mereka spesial banget karena udah bisa menyampaikan pesan yang dimiliki True Beauty, apapun peran mereka dalam drama ini. 

True Beauty Drama Series Review
Photo: Elle Korea – OMG she's so pretty๐Ÿ˜๐Ÿ˜ฉ

And what I really want to highlight is the title itself. Kita bisa liat kalau ketiga pemeran utama inilah yang memiliki “True Beauty” yang sesungguhnya. Im Ju Gyeong, walaupun menurut standar orang-orang wajahnya terbilang “gak cantik” (padahal menurutku dia cantik yaAllah) tapi sesuatu yang ada dalam dirinyalah yang membentuk makna cantik itu sendiri. The icy-guy Lee Su Ho, dibalik sikapnya yang sedingin freezer, dia peduli dan bertanggung jawab penuh atas apa yang diinginkan hatinya untuk terus bisa bersama dan berbuat baik sama orang-orang disekitarnya. Even the rebellious boy Han Seo Jun bisa bersikap loyal dan altruistik terhadap orang terdekatnya – not to mention he also devoted to his mom and being the reliable protector for his lil sister. 

Aku gak bisa liat ada kekurangan dari drama ini, not a single penny. Pesannya terkait kasus bullying dan traumatic experience bisa tersampaikan dengan amat baik tanpa terkesan menggurui. I truly recommend this drama, it’s completely warm and lovable. Kecantikan gak bisa selamanya bisa kita liat dari luar, dan kita pun gak bisa menilai hidup seseorang hanya berdasarkan apa yang kita lihat sehari-hari. As for the wrap up, I will give you a quote related to this post: 


“If people were more concerned with how they looked on the inside, then on the outside, the world would be a nicer place to exist.” – David Walsh 


Sampai ketemu di postingan selanjutnya! Don’t forget to spread love and kindness๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค๐Ÿ’›๐Ÿ’›

Post a Comment

Instagram