November 17, 2020

Sink or Swim? – Floral Prints

Dari sekian banyak motif pakaian yang ada di dunia ini, kira-kira apa yang jadi top of mind kalian? Yup, salah satunya pasti floral prints. Gak jarang beberapa di antara kita masih bingung atau bahkan takut buat mencoba invensi dari dunia fesyen ini. Tapi sebenernya gimana sih motif ini bisa jadi tren bahkan sampai sekarang?

Sekitar abad ke 12 floral printings telah hadir di daerah Timur – khususnya negara Cina yang diyakini sebagai penemu motif satu ini. Cetakan pertama dan sangat populer adalah peony, bunga dengan kelopak besar dan warna-warnanya yang cerah. Dalam budaya Tiongkok sendiri, peony merepresentasikan sebagai penghormatan, keberuntungan, dan menjadi simbol terpenting dalam Feng Shui. Di akhir abad ini, Jepang pun menelurkan terobosan floral prints dengan merancang kimono, yang menjadi pakaian tradisional yang kini dicintai banyak orang.

www.meetlalaland.com – cara mengakali pakaian motif bunga untuk semua tipe tubuh

Bergeser ke arah selatan, India pun menjadi salah satu pusat tekstil yang menghasilkan berbagai garmen yang mempesona. Salah satu kain yang ‘menjembatani’ budaya Timur dengan Barat adalah chintz. Dengan pola bunga yang besar dan hasil akhir yang mengkilap, awalnya tekstil buatan tangan ini diperuntukkan untuk dekorasi rumah di India. 

Mulai dari abad ke 14 inilah pedagang Eropa bergerak dalam penyebaran garmen floral prints – mulai dari chintz hingga kimono – ke beberapa negara. Dengan adanya ‘Industrial Revolution’ (and trust me, this revolution is making a HUGE impact for any fields) di negara-negara Eropa dan Amerika, berbagai produksi tekstil, termasuk floral printings, dapat berkembang dengan inovasi motif-motif yang bertambah setiap harinya.

Okay, now it’s time to decide: sink or swim? Sebagai perempuan pastinya kita punya kekhawatiran sendiri buat mengakali gimana caranya agar kita bisa tampil “wah” dengan motif pakaian yang agak tricky ini. Kita bahas satu-satu ya!

a. Bagian dada besar, pinggul kecil, kaki ramping a.k.a Apple Shape
  • Gunakan atasan dengan motif bunga kecil berbahan jatuh (bakal lebih oke jika atasan memiliki kerah berbentuk V ya!)
  • Kata siapa gak bisa pakai bawahan bermotif? Boleh banget! Cari bawahan dengan motif bunga yang besar, padukan dengan blazer polos, dan lihat hasilnya!
  • Pilih empire dress dengan motif bunga tidak terlalu besar. Usahakan dress sepanjang lutut agar kaki rampingmu dapat terlihat 

Mengakali motif bunga untuk bentuk tubuh apple shape

b. Bahu lebar, pinggul kecil a.k.a Inverted Triangle Shape
  • Sama halnya dengan pemilik apple body shape, pilih bawahan dengan motif besar to camouflage your small waist
  • 2-in-1 dress! Dress dengan bagian atas berwarna solid, round neckline dan bawahan bermotif besar untuk mempermanis penampilanmu

Mengakali motif bunga untuk bentuk tubuh inverted triangle shape

c. Bahu dan pinggul berukuran sama a.k.a Rectangle Shape
  • Wrap waisted tops with small floral prints. Ini akan memberikan lekukan lebih pada bagian pinggangmu. Combine with back pocket pants to give some volume 
  • Midi dress dengan motif bunga berukuran sedang. Beri sedikit ruffles dibagian samping pinggang untuk memberi efek dinamis! 

Mengakali motif bunga untuk bentuk tubuh rectangle shape

d. Bahu sempit, pinggang ramping a.k.a Pear Shape
  • Atasan dengan motif besar dan berwarna cerah bakal menarik perhatian ke bagian atas dan menyeimbangkan bagian bawah tubuh kita 
  • A-line dress akan menampilkan garis pinggangmu (which you should be proud of!) dan melebar dari bagian pinggul ke bawah 

Mengakali motif bunga untuk bentuk tubuh pear shape
Dolce & Gabbana 1. Top, 2. Midi Dress

e. Kaki panjang, tinggi semampai – It’s time to stand out!
  • Embrace large prints. Karena proporsi tubuh yang panjang, motif dengan ukuran besar bakal cocok banget nih! Misal gak mau pakai pakaian bermotif dari ujung kaki sampai kepala, pilih salah satu (atasan atau bawahan) dengan motif besar
  • Maxi or midi dress with small floral prints will also look good on you. Jangan sia-siain! 

Mengakali motif bunga untuk tubuh tinggi

f. Tubuh mungil – try not too much
  • Buat kalian yang punya postur tubuh kecil, disaranin untuk menghindari outfit dengan motif besar karena akan membuat kalian ‘tenggelam’

Mengakali motif bunga untuk tubuh mungil

g. Hijabi, this is for you!
  • Mix and match your plain sweaters with floral prints dress!
  • Go casual with denim jacket. Padukan dengan cargo pants atau flare pants polos untuk menyeimbangkan tampilanmu

Mengakali motif bunga untuk hijab

That’s a wrap! Aku harap semua yang aku rekomendasiin diatas bisa bantu kalian untuk combine apapun yang ada di lemari kalian. Ketemu lagi di postingan selanjutnya, see you! 


Source:
Bucci, J. (2015, July 2). Fashion Archives: The History of Floral Fabrics in Fashion
Peonies – flowers with a rich history. What do they Symbolize? (2019, September 29)
Ross, Charlie B. (2014, October 8). Flower Fashion Through the Ages

Post a Comment

Instagram